Linda latif

menulis untuk amar ma'ruf nahi mungkar...

Selengkapnya
Belajar Fokus pada Bayi

Belajar Fokus pada Bayi

Bayiku merangkak, ia ambil semua yang ia temui. Apapun ia masukkan ke mulut, kadang tersedak, kadang beruntung dapat remahan kue kakaknya, kadang juga tak dapat apupun. Ketika Ia dapat sesuatu ataupun tidak dapat sesuatu, ia terus merangkak, bergerilnya dari kamar yang satu ke kamar yang lain, semua ia jelajahi, mulai dari kamar hinga dapur, dari beberapa meter hingga ratusan meter. Tak terlihat capek atupun putus asa. Ia terus merangkak dengan bergembira dan bersemangat. Luar biasa.

Padahal banyak kita temui sekarang anak-anak zaman now, yang mudah sekali bunuh diri, mudah sekali galau, mudah sekali emosi dan lepas kendali. Padahal sejak kecil tubuh kita, akal kita secara otomatis terlatih untuk kuat dan tetap fokus meraih apa yang diinginkan, dapat atau tidak apa yang diinginkan, tetap fokus. Si kecil fokus merangkak mengejar apapun yang dilihatnya, fokusnya hanya satu, mendapatkan remah-remah kue di lantai. Dapat atau tidak dia tetap merangkak. Begitu seharusnya, namun otak kita dan cara berfikir kita menjadi kerdil, menjadi lemah dan tumpul. Semakin dewasa diri kita semakin mudah berasumsi dan putus asa.

Lupakah kita pada latihan yang sudah kita lakukan sejak kecil, teruslah merangkak meski dihalangi oleh pintu, kursi, tempat yang kotor, tangga, atau apapun itu. Tetaplah merangkak pasti kau dapatkan remahan itu. Kini hanya dengan dengan cibiran saja, kita mudah sekali down, balik arah, bahkan lari dari masalah. Bahkan banyak dari diri kita yang tidak memiliki tujuan hidup. Hidupnya hanya mengalir mengikuti arus, tidak bersemangat dalam bergerak,sehingga dalam hidup kita mudah menyerah.

Tujuan hidup adalah fokus kita, maka memiliki tujuan hidup menjadi wajib. Tujuan hidup bukan sekedar supaya bisa hidup. Karena kalau hanya untuk sekedar hidup, hewan juga bisa. Dengan menjadikan seluruh aktifitasnya mencari pemenuhan mulut dan perut, hewan bisa hidup.

Namun manusia berbeda, Allah memberikan manusia akal. Dengan akal manusia bisa menentukan apakah makanan yang dimakan diperoleh dengan cara halal ataukah haram? Dengan akal, manusia bisa menentukan apakah akan memenuhi kebutuhan seksualnya dengan menikah ataukah dengan pacaran dan selingkuh? Dengan akal, manusia bisa menentukan apakah akan memenuhi kebutuhannya untuk mengagungkan sesuatu kepada Allah ataukah kepada selain Allah? Maka akal yang telah menemukan hakikat Tuhannya, yaitu Allah sebagai al khalik (pencipta) dan al mudabbir (pengatur) akan menjadikan tujuan hidupnya adalah untuk melaksanakan aturan sang Khaliknya.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Tujuan hidup inilah, yang akan menjadikan kita fokus pada kehidupan akhirat yang abadi, seluruh aktifitas kita akan kita landaskan seluruhnya karena Allah, untuk Allah. Maka kita akan profesional, kita akan maksimal dalam bekerja, maksimal dalam mendidik anak, maksimal pula dalam melayani suami dan masyarakat, karena semua itu ibadah.

Sedikitnya gaji tak akan membuat kita berhenti, cancian orang tak akan membuat kita surut, tanpa penghargaanpun kita tetap bergerak, dan tanpa balasan dari manusiapun kita tak akan putus asa. Ada Allah sang Maha memberi balasan terbaik. Fokus pada Allah SWT, maka Allah pun akan fokus pada kita. Allah tidak akan mengabaikan sekecil apapun usaha kita untuk fokus kepada-Nya.

Selamat beraktifitas, dan jangan pernah gagal fokus, karena itu kunci sukses anda.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali